D'KRAKATAU ITULAH JULUKAN untuk artis cilik dari tatar sunda yang akan menggemparkan di era milenium ini. Dimana pada jaman sekarang anak-anak yang berkiblat ke barat hanya menyukai seni lagu 2 barat..berbeda dengan DKRAKATAU yang berkiprah di tembang-tembang sunda dan SANGAT CAKAP DALAM PEMBAWAANNYA,dan itu semua tak lepas dari bimbingan sang ayah dan ibunya yaitu BPK.ENJANG SUHAYA dan IBU TAWIS SARIWANGI .yang selalu menanamkan nilai2 seni di kesehariannya kepada DKRAKATAU .konon DKRAKATU PHENOMENON ada yang mengatakan sebagian masyarakat..ADALAH REINKARNASI DARI the phenomen/the legendaris HENDARSO/DARSO itu sendiri."NAH BIKIN PENASARAN KAN."untuk pembuktian kelincahannya bisa dilihat dari cara DKRAKATAU DALAM membawakan tembang2 darso yang sangat menggemparkan..sambil kadang suka ada gaya darso terselip..diantaranya yang khas adalah menjulurkan lidah..wkwkwk..untuk lebih jelas chekidot video berikut ini...dahsyaaat...(pas saya tonton video part 1 saya sampai terharu karena bangga..).. :)mieling ka sang LEGENDARIS RAJA CALUNG DARSO
Hendarso
Darso memulai karier sebagai pemain bas pada grup musik Nada Karya dan Nada Kencana. Sempat bergabung dengan band milik Pusat Persenjataan Kavaleri Bandung. Ia berhenti terkena imbas peritiwa G 30 S/PKI. Pada tahun 1968 ia memulai lagi kariernya lagi bersama sang kakak Uko Hendarso menggarap musik dengan instrumen utama yaitu "calung" salah satu lagu yang diminati waktu itu "kiamat'.
Atas arahan S. Hidayat Darso diajak untuk tampil pada RRI bersama grup Baskara Saba Desa. Di bawah Asmara Record memulai rekaman di atas pita kaset. beberapa lagu yang terkenal yaitu "kembang tanjung", "cangkurileung", dan "panineungan".
Pada tahun 90-an nama Darso semakin populer setelah TVRI sering menampilkannya. Darso juga mulai menggunakan jenis instrumen lain seperti terompet dan organ jenis musik yang dirambah selain pop sunda juga dangdut. Lagu-lagu yang terkenal pada masa itu hingga kini yaitu "randa geulis", "maribaya", "dina amparan sajadah", "kabogoh jauh".
Pada tahun 2005 ia mendapat penghargaan dari Gubernur Jabar Danny Setiawan berupa Anugrah Musik Jabar 2005 dan pada tahun 2009 ia mendapat juga penghargaan dari Walikota Bandung Dada Rosada berupa Anugrah Budaya Kota Bandung 2009.
Ia meninggal dunia pada Senin, 12 September 2011. Darso diduga meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit Umum Daerah Soreang, Jawa Barat, siang tadi. Penyebab kematiannya belum diketahui.
Darso Tiada, Kesenian Sunda Jangan Sampai Redup..SUMBER INFO http://id.wikipedia.org/wiki/Hendarso
Tidak ada komentar:
Posting Komentar